JUFI,TASIKMALAYA –Suatu ketika hiduplah seorang gadis remaja,beliau adalah anak semata wayang dari keluarga yang di bilang cukup sederhana,ia memiliki tekad dan niat yang cukup besar.

Ia memiliki dua bersaudara,beliau adalah anak pertama dan memiliki seorang adik laki laki.Kini beliau tidak tinggal bersama keluarganya,karena ia memiliki cita cita dan harapan.

Boleh dibilang sebenarnya jauh dari keluarga itu tidak gampang,tidak semudah apa yang kita lihat.Tapi kita harus mengambil hikmah dari semuanya,cobaan dan ujian itu selalu menghampiri manusia.Karena alloh itu memberikan cobaan tidak memandang miskin maupun kaya,kecil maupun besar,cantik maupun tidak cantik.

Ia sekarang tinggal di sebuah pondok pesantren,dimana pondok pesantren tersebut tidak terlalu jauh dari rumah nenek nya,kini iya menjalani hidupnya di pondok pesantren,jauh dari keluarganya dan semua kerabatnya.

Di pondok pesantren,ia melakukan segala aktifitas hidup nya di pesantren,seperti memasak,mencuci,bersih bersih dan mengkaji ilmu kepesantrenan,mengkaji kitab kuning,alquran,terutama masalah ta`dim,adab dan tatakrama terhadap gurunya dan sahabatnya.

Menurut dia kalau ingin mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan barokah,maka iya harus istiqomah dalam belajar dan menghapal begitu juga ta`dim ke gurunya maupun pesantren nya.

Didalam kegiatan hidup sehari harinya ia harus mentaati pelaturan yang ada di pesantren tersebut,walau ia kini tinggal di pondok pesantren,ia sangat bahagia bersama kawan kawannya,cukup dibilang seperti keluarga barunya…

“Jika menjalani hidup kita harus selalu mensyukurinya.”

“Mulailah dari diri sendiri.”

“kejarlah harapan dan cita cita setinggi mungkin.”

“Jangan menyimpan dirimu di dalam khayalan.”

 

Penulis : Liah meliah

Editor  : Awaludin

Tinggalkan Balasan