JUFI,TASIKMALAYA –Di jaman sekarang ini mungkin banyak orang yang tidak menyadari bahwa pendidikan di pesantren sangatlah baik untuk anak anak maupun remaja,di pesantren anak anak di didik untuk menjadi anak yang baik dan benar untuk kedepanya.

Maka dari itu kita sebagai generasi muda, manfaatkan lah waktu kita selain belajar di sekolah kita juga harus belajar di pesantren,maka dari itu ilmu yang kita dapat seimbang,dan pada hasilnya ilmu dunia ada dan ilmu akhirat juga ada.Manfaatkanlah hidup kita dengan hal hal yang positif,seperti belajar,menghapal,membaca,dan hal hal yang positif lainnya yang membuat kita memiliki ilmu yang bermanfaat.

Di usia muda harus kita ketahui bahwa Hal yang juga penting bisa kita dapatkan dari pesantren dalam mengatasi masalah karakter dikalangan remaja adalah “Pendidikan Akhlak”. Akhlak yang dimaksudkan bukan hanya dalam persoalan etika saja. Akan tetapi, juga merujuk terhadap persoalan yang berkaitan dengan sikap dan ucapan. Seseorang yang bisa dikatakan berakhlak, jika antara perkataan, perbuatan, perasaan, dan pikirannya selalu berjalan secara beriringan.Pesantren berupaya menyelenggarakan pendidikan karakter secara maksimal.

Karakter dapat juga diartikan sama dengan akhlak dan budi pekerti, sehingga karakter bangsa identik dengan akhlak bangsa atau budi pekerti bangsa. Bangsa yang berkarakter adalah bangsa yang berakhlak dan berbudi pekerti, sebaliknya bangsa yang tidak berkarakter adalah bangsa yang tidak atau kurang berakhlak atau tidak memiliki standar norma dan perilaku yang baik.

Maka dari itu ayolah kita belajar menyadarkan diri sendiri kita sendiri betapa penting nya hidup dengan ilmu, sesuai dengan hadis Rosululloh SAW: “طَلَبُ اْلعِلْمْ فَرِثْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ”mencari ilmu wajib bagi setiap muslim laki laki maupun muslim perempuan.Begitu pula ilmu yang di lalui dengan adab dan akhlak sesuai dengan hadis berikut:

Abu Zakariya An Anbari rahimahullah mengatakan:

علم بلا أدب كنار بلا حطب، و أدب بلا علم كروح بلا جسد

“Ilmu tanpa adab seperti api tanpa kayu bakar, dan adab tanpa ilmu seperti jasad tanpa ruh” (Adabul Imla’ wal Istimla’ [2], dinukil dari Min Washaya Al Ulama liThalabatil Ilmi [10]).

Yusuf bin Al Husain rahimahullah mengatakan:

بالأدب تفهم العلم

“Dengan adab, engkau akan memahami ilmu”

Jadi ilmu akhirat artinya ilmu agama, sedangkan ilmu dunia adalah ilmu yang berkaitan dengan keduniaan.Ilmu akhirat dan ilmu dinia sama pentingnya, ilmu akhirat (agama) sebagai bekal kita keakhirat, dan ilmu dunia sebagai penunjang untuk melaksanakan ilmu akhirat.Maka dari itu kita harus mencari ilmu yang seimbang dengan adanya ilmu dunia dan ilmu akhirat.

 

 

 

Tinggalkan Balasan