JUFI,TASIKMALAYA -Dimasa masa pandemi sekarang kota Tasikmalaya,dianggap kota yang sudah terpapar virus corona.

Oleh sebab itu kita harus mengetahui bahwa di kota Tasikmalaya,yang terkena virus corona bukan hanya warga warga saja,tetapi kepada santri santri yang ada di pesantren kota Tasikmalaya.

Klaster Covid-19 pesantren di Tasikmalaya bertambah. Sebelumnya, sebanyak 40 santri pesantren di Kota Tasikmalaya terpapar corona, kini wabah virus serupa menyebar di sebuah pesantren besar di daerah tetangganya, Kabupaten Tasikmalaya. Asisten Daerah (Asda) 1 Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Ahmad Muksin menyatakan, sesuai hasil tes swab massal diketahui sebanyak 86 orang positif corona berasal dari sebuah klaster pondok pesantren (ponpes) besar yang berada di wilayahnya. Sebagian pasien telah ditangani dan dirawat intensif di RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya dan sisanya menjalani isolasi mandiri di lingkungan kompleks ponpes tersebut. “Iya, sudah yang di komplek pesantren itu sebanyak 86 orang positif corona sesuai hasil tes swab. Tapi, itu sudah ditangani dan tidak apa-apa, ya. Masyarakat tak usah menjadi resah atau takut, kita semua sudah tangani,” jelas Muksin kepada wartawan, Kamis (1/10/2020). Baca juga: Pasien dari Klaster Pesantren Kota Tasikmalaya Bertambah 40 Orang Muksin menambahkan, beberapa pasien positif yang diisolasi secara mandiri di kompleks pesantren tersebut kondisinya mengalami gejala ringan. Sedangkan, pasien positif yang bergejala berat diisolasi di RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya. “Sejak kemarin kita sudah tangani yang kasus di pesantren. Kita juga melakukan isolasi untuk menekan penyebarannya,” tambah Muksin. Sampai sekarang, lanjut Muksin, pihaknya masih melakukan pelacakan untuk meminimalisasi penyebaran selanjutnya. Kompleks pesantren itu diisolasi mandiri sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19 yang lebih luas. “Kalau kita bicara data, kita sudah lakukan prosesnya, sejak kemarin kita sudah mulai (pelacakan),” tandasnya. Pihaknya hanya berharap masyarakat Kabupaten Tasikmalaya bisa lebih tertib dalam menjalankan protokol kesehatan. Mulai dari cuci tangan, pakai masker, jaga jarak serta menjauhi kerumunan orang. “Terus kepada masyarakat yang merasakan gejala Covid-19 untuk sesegera mungkin memeriksakan diri atau isolasi secara mandiri,” tambahnya. Wagub Jabar ditolak masuk Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, mengaku tak diizinkan masuk oleh pimpinan salah satu pondok pesantren (ponpes) besar yang ada di Kabupaten Tasikmalaya, saat membawa tim medis untuk pemeriksaan para santri atau keluarga besar yang diduga terpapar Covid-19 pada Kamis (1/10/2020). Meski demikian, Uu sangat menghormati dan menghargai keputusan para pengurus dan pimpinan ponpes tersebut karena itu merupakan hak dan kewenangannya. “Jadi, kami sangat menghargai kepada Pak Kiai, karena yang mengetahui dan memahami pesantren adalah Pak Kiai. Saya mau hadir kesitu, tapi belum dikasih izin. Saya datang dengan tim medis dan perlengkapan lengkap sesuai protap untuk pemeriksaan Covid-19,” jelas Uu kepada wartawan di Gedung Dakwah Kota Tasikmalaya, Kamis (1/10/2020). Uu pun sempat meminta bantuan Pejabat Sementara Bupati Tasikmalaya, untuk memfasilitasi supaya dirinya dan tim medis dengan perlengkapan Covid-19 bisa masuk untuk pemeriksaan dan koordinasi kondisi terkini. Tapi, upaya tersebut tetap belum bisa berhasil dan belum bisa diizinkan masuk ke pesantren tersebut.  Uu mendatangi pesantren itu karena menerima informasi ada keluarga dan beberapa santri serta siswa sekolah yang terkonfirmasi positif Covid-19.Diharapkan kepada semua warga atupun santri yang ada di kota Tasikmalaya,harus tetap waspada terhadap wabah virus corona.Tetaplah menjaga kesehatan dengan tidak keluyuran keluar,kecuali ada hal yang penting yang tidak bisa kita tinggalkan.Tetap memakai masker dan hand sanitizer kemana mana bagi yang ada.

Tinggalkan Balasan